PANTUN
KASIH SAYANG
UNTUK IBU
Ke bandara naik pesawat terbang
Terbang menuju kota kamu
Waktu kecil aku engkau timang
Waktu besar saatnya bahagiakanmu
Setiap siang membaca buku
Buku tentang trik cara sulap
Setiap malam kau cium pipiku
Hingga tidurku begitu terlelap
Jangan pernah katakan rahasia
Jika kau tak sanggup untuk bilang
Engkaulah yang melahirkanku ke dunia
Dan kau belai dengan kasih sayang
Ke gunung untuk mendaki
Mendaki adalah hobiku
Ibu izinkan kucium telapak kaki
Karena disitulah tempat surgaku
Siang siang minum jamu
Jamunya enak dan kusuka
Maafkanlah aku selaku anakmu
Yang mungkin pernah durhaka
Tepung terigu tepung kanji
Harganya puluhan ribu
Suatu saat nanti aku berjanji
Akan membahagiakanmu ibu
Di depan rumah ada tamu
Ternyata dia Si Melisa
Terimakasih atas kasih sayangmu
Yang tak terhingga sepanjang masa
PANTUN PAHLAWAN
Daun Lengkeng
Warnanya Kuning...
Buah Cempedak Mengusik Selera...
Dengan Menenteng Bambu Runcing...
Tekadmu Hendak Membela Negara...
Apalah Makna Membawa Parang...
Jikalau Tidak bawa belati...
Apalah Makna Kemedan Perang...
Jikalau Tidak Berani Mati...
Gulai Kemumu Sayurnya Selada...
Lalu Diramu Dicampur Pinang...
Meski Ragamu Sudah Tiada...
Namun Namamu Tetap Dikenang...
Pergi KeMedan Labuhan Belawan...
Membawa Peti Berisi Gelas...
Selamat Jalan Para Pahlawan...
Pengorbananmu Pasti Terbalas...
Buah Cempedak Mengusik Selera...
Dengan Menenteng Bambu Runcing...
Tekadmu Hendak Membela Negara...
Apalah Makna Membawa Parang...
Jikalau Tidak bawa belati...
Apalah Makna Kemedan Perang...
Jikalau Tidak Berani Mati...
Gulai Kemumu Sayurnya Selada...
Lalu Diramu Dicampur Pinang...
Meski Ragamu Sudah Tiada...
Namun Namamu Tetap Dikenang...
Pergi KeMedan Labuhan Belawan...
Membawa Peti Berisi Gelas...
Selamat Jalan Para Pahlawan...
Pengorbananmu Pasti Terbalas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar